Tampilkan postingan dengan label kesehatan Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan Pria. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Mei 2010

9 Alasan orang selingkuh...



Membahas tentang perselingkuhan memang tak ada habisnya. Hal ini dikarenakan begitu banyak pasangan yang mengalaminya, baik yang merasa terpaksa untuk melakukannya, atau memang melakukannya dengan tujuan tertentu. Ada pria yang begitu "rapi" menyembunyikan perselingkuhannya, hingga sang istri baru mengetahuinya bertahun-tahun kemudian, bahkan ketika perselingkuhan itu telah menghasilkan anak. Ada pria yang pada dasarnya memang tidak dapat hidup dengan satu wanita saja sehingga ia akan terus-menerus selingkuh selagi ada kesempatan.

Di bawah ini adalah 9 alasan mengapa pria atau wanita berselingkuh. Apa pun alasan tersebut, tentu tidak bisa dijadikan pembenaran atas perbuatan yang kita lakukan. Dari alasan-alasan ini, semoga Anda justru menjadi waspada, dan berintrospeksi, karena mungkin saja selingkuh terjadi karena kesalahan kita juga.

1. Bosan
Inilah alasan yang paling umum terjadi. Anda, atau Si Dia, mungkin memang saling mencintai. Namun ketika hubungan menjadi rutin, dan tidak ada lagi sesuatu yang ingin Anda ketahui darinya, Anda mulai merindukan percikan-percikan kecil yang Anda rasakan saat mulai berhubungan dengan seseorang. Dan ketika Anda bertemu dengan seseorang yang mampu memberikan perasaan tersebut untuk Anda, terjadilah perselingkuhan tersebut.

2. Ketergantungan
Pada awalnya, selingkuh seolah memperlihatkan kebebasan. Hal itu dapat diterjemahkan sebagai melakukan apa yang Anda atau Si Dia mau. Namun, selingkuh sebenarnya justru menunjukkan ketergantungan. Seorang peselingkuh merasa tergantung karena mereka tidak cukup berani untuk memutuskan hubungan dengan pasangannya untuk memilih bersama orang baru ini.

3. Bimbang
Kadang-kadang hidup atau situasi tertentu bisa membuat Anda bingung. Pada saat itulah Anda bisa membuat kesalahan.

4. Karena Anda membiarkannya
Anda mungkin tahu ia berselingkuh, tetapi bersikap seolah tidak tahu karena tidak ingin bertengkar dengannya. Kemudian, Anda selalu memaafkan saat ia mengaku telah berselingkuh. Jika hal ini terjadi berulangkali, Si Dia justru akan kehilangan respek untuk Anda, dan akan meneruskan kebiasaannya itu. Ia tahu Anda akan selalu menerimanya.

5. Mencari ketenangan
Jika Si Dia memperlakukan Anda dengan buruk, sebenarnya Anda mungkin ingin menjauhkan diri darinya. Namun, kadangkala tidak mudah melakukannya, terutama jika Anda telah memiliki anak. Jika Anda merasa terjebak dalam hubungan yang buruk, wajar jika Anda ingin berlari ke dalam rengkuhan seseorang yang mampu memperlakukan Anda dengan lebih baik.

6. Balas dendam
Ini alasan yang sederhana, tetapi bodoh. Karena ia selingkuh, Anda pun selingkuh, supaya ia tahu bagaimana rasanya jika pasangannya menjalin hubungan dengan pria lain. Cara itu juga Anda lakukan untuk mendapatkannya kembali.

7. Butuh pengakuan kembali
Ketika Anda sudah menjalani hubungan begitu lama, pasangan mungkin sudah menganggap Anda tidak istimewa. Saat itu Anda ingin tahu apakah Anda masih cukup menarik untuk memikat perhatian orang lain. Anda juga merasa lebih menarik saat masih lajang, dan bila Anda punya affair, itu artinya masih ada orang yang tertarik pada Anda.

8. Sensasional
Beberapa orang hanya menikmati sensasinya: menelepon diam-diam, berjanji untuk bertemu di suatu tempat, dan merasa deg-degan karena takut ketahuan, dan lega ketika kembali ke rumah ternyata Anda tak menaruh curiga sedikit pun. Ini membuatnya ingin melakukannya lagi.

9. Tidak menganggapnya sebagai selingkuh
Banyak yang menemui seseorang yang baru karena menganggap adalah haknya untuk bertemu orang lain, tak peduli orang tersebut telah memiliki pasangan atau tidak. Awalnya pun hanya berharap bisa berteman dengan lebih akrab, tetapi berlanjut ke tahap yang lain.

Sumber : Kompas.com 3 April 2009

Mengapa Pria suka selingkuh...

Apa yang membuat pria melupakan janjinya dan membagi hatinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, M Gary Neuman melakukan survei pada 200 suami yang selingkuh dan suami yang setia. Hasil survei tersebut ia tuangkan ke dalam buku The Truth About Cheating.

48 persen karena kecewa

Pria dan seks adalah dua hal yang sulit dipisahkan, tak heran bila banyak yang mengira seks adalah alasan utama pria selingkuh. Nyatanya, hanya 8 persen pria yang menjawab ketidakpuasan seksual sebagai alasan mereka tidak setia.

Mayoritas responden yang disurvei Neuman mengaku mereka merasa secara emosi kecewa pada pasangan. Rasa marah yang dipendam atau kerap saling menyalahkan satu sama lain akan menyebabkan rasa stres dan kecewa. Sayangnya, pria kurang mahir mengungkapkan perasaannya sehingga istri seringkali tak sadar suaminya sedang butuh perhatian.

Mencurahkan perhatian pada pekerjaan atau menjalin hubungan dengan orang lain sering dipilih oleh pria untuk mengalihkan perasaan kecewanya.

66 persen merasa bersalah

Semua pria yang tidak setia adalah pria hidung belang? Faktanya, 68 persen responden mengaku mereka tak pernah punya niat untuk tidak setia. Dan mayoritas responden berharap mereka tak pernah memulainya.

Tapi, pria adalah mahluk yang pandai mengatur perasaannya. "Mereka bisa menahan emosi dan mengaturnya," kata Neuman. Jadi, bila pasangan Anda bersumpah akan setia, jangan percaya 100 persen, ujar Neuman.

77 persen punya teman yang juga selingkuh

Berteman dengan seseorang yang selingkuh akan membuat perselingkuhan terlihat sebagai hal yang wajar.

40 persen selingkuh dengan teman kerja

Sekitar 40 persen responden mengaku mereka jatuh hati dengan kolega wanita di kantor atau klien. "Pria mudah terpikat pada wanita yang penuh perhatian dan bisa dijadikan tempat curhat," kata Neuman. Terlebih bila hubungan dan komunikasi dengan istri sedang renggang.

Hanya 12 persen yang selingkuh dengan wanita cantik

Dengan kata lain, sikap tidak setia seorang pria pertama-tama bukan karena penampilan fisik. "Pada banyak kasus, alasan pria selingkuh adalah untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya," kata Neuman. Bila mereka sudah merasa "klik" dan nyaman dengan seorang wanita, seks dengan mudah akan mengikuti.

Sumber : Kompas.com, 11 Juli 2009

8 Alasan Kenapa Pasangan selingkuh.


Berdasarkan data, ternyata 26-30 persen kasus perselingkuhan disebabkan kehidupan seksual yang tidak memuaskan.

Demikian diungkap ginekolog dan konsultan seks Boyke Dian Nugraha pada seminar bertema "Love, Sex and Harmony" di Jakarta, Kamis (19/3).

Kehidupan seksual yang tidak memuaskan bisa ditandai dengan pernyataan, "Aduh dok, istri saya itu solo. Datang-datang langsung buka baju, kayak kambing guling aja," kata Boyke.

Kata Boyke, perlu bagi pasangan untuk tahu teknik-teknik berhubungan seks sehingga tidak langsung 'tancap gas'.

Bila hal ini menjadi kebiasaan, akan menjadi bumerang bagi pasangan sendiri. Perselingkuhan pun bisa jadi solusi untuk itu. Sekurangnya ada 8 alasan kenapa pasangan Anda selingkuh:

1. Pelarian emosional dari pasangannya.

2. Rasa ingin tahu tentang seperti apa seks dengan orang lain yang bukan pasangannya. Semuanya itu bermula dari rasa penasaran akan apa yang ada di balik itu (maksudnya di balik celana dalam pria). "Bagaimana sih rasanya bercinta dengan pria kulit hitam karena suaminya berkulit putih," Boyke mencontohkan.

3. Kemarahan atau permusuhan yang terpendam dengan pasangannya.

4. Keinginan untuk merasakan lebih banyak seks atau jenis seks yang berbeda dari yang didapat dari pasangannya.

5. Dorongan ego.

6. Ketidakmampuan membentuk komitmen yang dalam.

7. Menghindar dari masalah perkawinan atau pribadi.

8. Untuk menghilangkan rasa sakit akibat kehilangan, sebagai contohnya, kematian orang yang dicintai atau anak yang pergi sekolah ke tempat lain.

Ketika pasangan menyadari adanya persoalan di atas, sebaiknya menyadari secepatnya. Lalu apakah berani pasangan membuka diri dan menjalin komunikasi yang sehat untuk mengemukakan persoalan secara terbuka. Jika tidak, maka pintu gerbang perselingkuhan, yang adalah hubungan seksual di luar pernikahan resmi, akan terbuka lebar.

Sumber : Kompas, 19 Maret 2010


Rabu, 05 Mei 2010

Mengapa Pria suka melihat situs porno


Bukan rahasia lagi kalau banyak pria suka menyaksikan materi pornografi. Menurut survei Tracking Survei tahun 2004 oleh the Pew Internet & American Life Project, 26 persen pria pengguna internet sering mengakses situs khusus pria dewasa. Bandingkan dengan wanita, hanya tiga persen yang punya kebiasaan serupa.

Hobi seorang pria pada materi pornografi ini sering kali menimbulkan reaksi khawatir dari pasangannya.

"Biasanya para wanita merasa tertekan oleh hobi pasangannya karena mereka merasa tak seseksi bintang porno," kata Lonnie Barbach, PhD, terapis seks dari San Francisco, Amerika Serikat.

Pertanyaan besarnya adalah, mengapa para pria suka melihat gambar atau video orang telanjang? Pertanyaan ini mungkin agak sulit dijawab. Para ahli mengatakan, bagaimana gairah yang timbul setelah melihat materi pornografi berkaitan dengan banyak bagian di otak.

Salah satu teori menyebutkan, saraf mirror berperan penting dalam timbulnya gairah pada pria. Sel otak ini akan bereaksi tidak hanya saat sebuah tindakan dilakukan, tetapi juga saat kita hanya mengamati. Itu sebabnya, memandangi gambar porno bisa menimbulkan gairah seperti halnya jika ada obyek sungguhan di depan mata.

Teori lain mengatakan, secara alamiah otak pria sangat mudah terangsang sehingga pria siap melakukan hubungan seks setiap saat. Karena itu, saat melihat materi pornografi, saraf mirror di otak akan menangkapnya sebagai hal yang nyata.

Para ahli juga menyatakan bahwa pornografi bisa menimbulkan efek kecanduan yang prosesnya sama dengan kecanduan kokain dan zat adiktif lainnya. Kecanduan mengakibatkan otak bagian tengah depan mengecil.

Penyusutan sel otak yang memproduksi dopamine, zat kimia pemicu rasa senang, itu mengacaukan neurotransmitter atau pengirim pesan.

Sumber : Kompas.com

Kala stress selera pria lebih Nakal


Kondisi psikologis pria dapat memengaruhi minat dan selera seksual mereka. Riset menunjukkan, selera pria terhadap lawan jenis menjadi lebih bervariasi ketika dalam kondisi tertekan.

Seorang pria biasanya cenderung tertarik pada pasangan yang memiliki kemiripan wajah dengan dirinya. Tetapi hasil penelitian tentang preferensi seksual menunjukkan, pilihan pria bisa berubah akibat mengalami stres. Kala tertekan, mereka menjadi lebih terbuka pada lebih banyak variasi wanita.

Dalam kondisi rileks, pria tak jatuh hati pada pasangan yang wajahnya tak mirip dengan mereka. Para pria menilai wanita ini 14 persen kurang menarik dibandingkan yang punya kemiripan wajah dengan mereka. Namun, pada kelompok pria stres, pasangan yang wajahnya tidak mirip dengan mereka dinilai 9 persen lebih menarik.

Johanna Lass-Hennemann dari Universitas Trier Jerman yang memimpin riset ini mengatakan, temuan ini sejalan dengan hasil riset sebelumya bahwa binatang kehilangan ketertarikan seksual yang normal ketika dalam kondisi stres.

"Pria cenderung mendekati pasangan yang berbeda dan menilai ini lebih menyenangkan ketika mereka dalam kondisi stres akut. Tapi kami tidak yakin bagaimana ini dapat tecermin dalam keputusan memilih pasangan yang sebenarnya," ungkap Lass-Hennemann.

Para ahli menduga, ketertarikan memilih pasangan yang memiliki kemiripan wajah berkaitan dengan kecenderungan manusia menaruh kepercayaan lebih besar pada wajah yang familiar. Faktor ini pula yang memegang peran penting dalam menjalin hubungan jangka panjang. Akan tetapi, dalam kondisi stres, pengaruh kemiripan wajah ini tampaknya memudar.

Lass-Hennemann berspekulasi, stres mungkin meningkatkan kecenderungan pria menikahi atau bereproduksi dengan wanita yang memiliki perbedaan secara genetis. Manfaatnya adalah anak yang lahir dari hubungan ini mungkin dapat lebih tahan dan mampu mengatasi lingkungan yang penuh tekanan.

"Kami pikir bahwa lingkungan yang penuh dengan stres kronis seharusnya dapat meningkatkan perkawinan silang (outbreed). Sebab, perkawinan sedarah mungkin akan melahirkan keturunan yang tidak cukup beragam secara genetis," ujarnya.

Dalam riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B ini, peneliti melibatkan 50 mahasiswa heteroseksual sehat yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta mencelupkan tangannya dalam seember air dingin selama tiga menit sebelum menjalani tes. Sedangkan kelompok kedua diminta melakukan hal yang sama, tetapi dengan air yang bersuhu normal sesuai temperatur tubuh.

Peneliti juga melakukan pengukuran rata-rata detak jantung dan kadar hormon stres kortisol untuk memastikan bahwa pria pada kelompok pertama dalam kondisi yang lebih stres sebelum tes dilakukan.

Dalam tesnya sendiri, kepada para pria diperlihatkan serangkaian gambar lewat layar komputer. Beberapa di antaranya adalah gambar benda rumah tangga dan wanita telanjang. Sejumlah gambar wanita tersebut direkayasa secara digital untuk menyerupai wajah pria yang sedang diuji atau pria lain dalam kelompok penelitian.

Selama tes, sesekali diperdengarkan bunyi suara berisik untuk mengejutkan para pria dan mencatat reaksi mereka. Riset sebelumnya mengindikasikan, seseorang tidak merasakan terkejut ketika menemukan sesuatu yang menarik. Para pria ini juga diminta merata-ratakan seberapa besar mereka tertarik dan merasa terangsang.

Pada kelompok kontrol, para pria lebih tertarik pada wanita yang memiliki kemiripan wajah dengan mereka, sedangkan pada kelompok stres secara konsisten memilih dan merata-ratakan wanita yang tidak dikenal sebagai sosok yang menarik. Reaksi pada saat terkejut menegaskan ketertarikan mereka.

Sumber : Kompas.com.

Stres membuat kita pelupa


Menjadi pelupa dapat menyebabkan kita mengalami stres, terutama kalau sampai membuat pekerjaan terhambat. Namun, jangan lupa bahwa kadang kita menjadi pelupa justru karena stres.

Seorang ibu berusia menjelang lansia, sangat cantik, hadir di sebuah ruang konsultasi psikologi. Meski berdandan sangat rapi dan serasi, ekspresi wajah dan gerak tubuhnya menunjukkan ketegangan yang luar biasa.

Masalah yang pertama dikemukakan adalah problem ingatan (memori) yang menurutnya sangat parah. Ia sangat sering lupa di mana meletakkan buku-buku yang biasa di pakai untuk mengajar, lupa meletakkan dompet yang baru saja dipegang, dan sebagainya.

Sepintas, masalah lupa itu sepertinya persoalan biasa yang juga dihadapi orang-orang lain ketika usia semakin lanjut. Pada ibu ini tampaknya ada persoalan lain yang tidak sederhana. Ketegangannya pada saat itu merupakan petunjuk bahwa ia mengalami stres berat.

Penampilan yang elegan dan tutur kata yang cukup runtut tidak dapat menutupi stresnya. Selain ekspresi wajah yang tegang dan gerak tubuh resah, gelombang suaranya tidak stabil, mengesankan ia memiliki problem pernapasan. Ia bertanya kepada psikolog itu, “Menurut Anda saya tampak stres atau tidak?”

Dimulai dengan pertanyaan psikolog mengenai kapan ia mulai mengalami problem memori, sang ibu menjelaskan bahwa ini terjadi sejak ia masih muda, yakni sebelum lulus sarjana. Waktu itu seorang teman karib mengomentari bahwa ia mengalami kemunduran, tidak secerdas dulu, dan ia sendiri membenarkan hal itu. Kita tahu bahwa kecerdasan adalah fungsi kognitif, termasuk memori.

Pengalaman Traumatik
Dengan pertanyaan lebih lanjut, “Apakah ada kejadian-kejadian penting yang berlangsung sebelumnya? si ibu menceritakan rangkaian peristiwa yang mulai mengubah hidupnya menjadi cukup suram. Ia yang sebelumnya sering menjadi bintang kelas (karena cantik dan cerdas), menjadi ketua di salah satu asrama mahasiswa, sibuk dalam berbagai kepanitiaan, sangat buta dalam hal seksualitas, kemudian harus menerima kenyataan ia hamil (karena pacar), harus keluar dari asrama, menunda kuliah, menikah, hidup dengan mertua yang galak, repot membesarkan bayi (di usia muda), mengalami trauma dalam hubungan seksual, persoalan ekonomi rumah tangga, dst.

Meski kemudian dapat berumah tangga mandiri (lepas dari mertua) dan keadaan ekonomi jauh lebih baik, bertambah anak, menikahkan anak, bahkan sampai dikaruniai cucu, sepanjang perjalanan itu persoalan demi persoalan masih saja terjadi.

Berawal dari kesulitan dalam hubungan seksual (yang dianggap tabu untuk dibicarakan), akhirnya berkembang menjadi jurang dalam hubungan dengan suami. Terjadi kehausan akan kasih sayang, sampai-sampai berkembang menjadi keadaan neurotis: sering mengalami kecemasan yang tidak beralasan dan kompulsi dalam merias diri. Ibu tersebut juga sering menderita sesak napas kronis, memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan rekan kerja, dan sederet persoalan lainnya.

Tidak sulit untuk memahami mengapa ibu yang dikenal cerdas dan ceria di masa muda ini akhirnya memiliki problem memori yang cukup parah. Hal ini juga terjadi pada sebagian orang yang telah mengalami stres berat, seperti halnya mereka yang mengalami stres pasca pengalaman traumatik (Post Traumatic Stress Disorder/PTSD).

Namun, hal ini tidak berarti bahwa setiap orang yang mengalami tekanan (stressor) selalu berisiko mengalami problem memori. Ada hal-hal lain yang ikut menentukan merosotnya daya ingat atau fungsi memori.

Faktor Usia
Dalam kasus ibu tadi, faktor usia tentu saja juga berpengaruh terhadap kemerosotan daya ingat. Wajar bila orang yang memasuki usia tengah baya mengalami kesulitan dalam memperhatikan, belajar, dan mengingat kembali.

Pada masa-masa itu sebagian besar orang mengalami proses degeneratif pada sel-sel saraf otak yang menjalankan tugas menerima–menyalurkan–menyimpan informasi atau pengetahuan. Komunikasi antarsel saraf (neuron) yang terjadi pada saat kita melakukan proses mengingat atau melakukan fungsi kognitif lain telah berkurang atau terganggu setelah seseorang memasuki usia lebih lanjut.

Mengenai pengaruh faktor usia, dapat dikatakan bahwa sel-sel saraf otak memang sebagian mengalami kerusakan setelah seseorang menjadi tua. Namun, perlu kita ketahui bahwa neuron-neuron baru juga tumbuh (proses neurogenesis) sepanjang hidup kita, meski tidak sebanyak pertumbuhan pada masa kanak-kanak dan remaja. Dengan demikian, kita dapat menemukan adanya orang-orang lanjut usia yang fungsi kognitifnya tetap efektif.

Gangguan Emosi dan Kognisi
Selain faktor usia yang memberikan kemungkinan penurunan fungsi memori, peristiwa-peristiwa hidup yang sangat menekan yang terus ditanggapi dengan emosi negatif merupakan pemicu terjadinya penurunan fungsi kognitif dalam kasus ibu di atas. Dalam keadaan stres berat dan depresi seseorang memang cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif (tidak mampu memahami sesuatu dengan baik, berpikir dengan lancar, termasuk mengingat informasi dengan baik).

Bagaimana hal ini terjadi? Aaron P. Nelson dari Harvard Medical School yang aktif sebagai praktisi yang menangani masalah-masalah memori, menegaskan bahwa gangguan psikologis seperti depresi, PTSD, dan stres berat, dapat mengganggu tercapainya ingatan yang optimal. Meski demikian, bila masalah psikologis itu diatasi, fungsi ingatan akan pulih.

Depresi dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, berfokus pada detail, dan menyerap informasi baru. Gangguan tidur yang sering menyertai depresi jelas menyebabkan permasalahan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang depresi dapat menyebabkan hilangnya neuron pada hipokampus dan amigdala, yaitu bagian otak yang sangat penting bagi ingatan.

Sebuah penelitian yang diakses oleh Nelson menunjukkan bahwa wanita yang memiliki sejarah depresi yang terus-menerus memiliki hipokampus dan amigdala lebih kecil (terjadi penyusutan neuron-neuron) daripada wanita yang tidak depresi. Wanita itu memiliki performa buruk dalam tes ingatan verbal.

Dalam pengalaman praktik klinik Nelson, kombinasi psikoterapi dan pengobatan terhadap depresi serta gangguan tidurnya dapat mengatasi masalah tersebut dengan baik dan mengembalikan fungsi-fungsi kognitifnya secara menyeluruh. Hal ini dimungkinkan bila keadaan depresinya tidak berkembang menjadi penyakit alzheimer (penyakit lupa yang memiliki dasar neurologis) yang memerlukan penanganan lebih khusus.

Dalam kasus PTSD, ingatan terus-menerus akan peristiwa traumatik yang terjadi telah mengganggu proses akuisisi informasi baru dan mengingat informasi yang tidak ada kaitannya dengan trauma yang dialami. Yang menjadi persoalan adalah terjadinya stres serius yang terus-menerus ini mendorong diproduksinya hormon kortisol, yang pada akhirnya merusak struktur otak yang penting bagi ingatan, yaitu pada hipokampus dan sistem limbik.

Pada kasus stres umum yang mengakibatkan gangguan memori, dapat ditegaskan bahwa reaksi terhadap streslah yang merusak. Masing-masing dari kita menghadapi stres dengan cara berbeda. Ada orang yang bekerja dalam tekanan tinggi dalam jangka waktu lama, tetapi dapat tetap terjaga fungsi memorinya, sementara orang-orang lain dalam situasi tersebut telah kewalahan. Jadi yang menjadi persoalan adalah bagaimana respon kita terhadap stres, bukan pada sumber stres (stressor).

Dalam hal ini berlaku sama seperti yang telah dijelaskan, stres yang intensif memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat mengganggu ingatan. Jadi yang penting adalah menemukan cara memodifikasi respon terhadap stres.

Sebagian orang dapat mengatasi stres dengan aktivitas fisik seperti berolahraga. Beberapa orang lain dapat mengatasi stres dengan melakukan rileksasi atau meditasi. Sebagian lainnya melakukan pengenalan terhadap batas stres yang tidak dapat ditoleransi, dan selanjutnya secara asertif (tegas tetapi sopan) menolak tugas-tugas yang tidak dapat ditanggungnya lagi.

Mengelola Fungsi Memori
Selain faktor usia dan stres, masih banyak faktor yang dapat menurunkan fungsi memori. Faktor-faktor itu antara lain genetik, hormon, penyakit-penyakit yang terkait dengan penuaan, gangguan neurologis (stroke, alzheimer, dsb), kanker, efek samping beberapa jenis obat, gangguan tidur, pola makan dan gizi, alkohol, kurang olahraga, kurang stimulasi intelektual, merokok, penggunaan obat terlarang.

Untuk mencegah penurunan daya ingat atau mempertahankan daya ingat yang kuat, Nelson memberikan saran berupa kebiasaan sehat yang dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit yang dapat merusak ingatan dan menghindari penggunaan obat yang memiliki efek samping merusak ingatan. Selain itu juga beberapa strategi untuk memperkuat fungsi kognitif, termasuk memori.

Saran-saran ini cukup sederhana, mudah dilaksanakan dan tidak mahal, yaitu:

  • Olahraga teratur.
  • Pinggirkan rokok.
  • Tambahkan vitamin.
  • Ikut terlibat dengan orang lain.
  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Atur tidur malam yang nyenyak.
  • Latihan hal-hal baru.
  • Minum alkohol tidak berlebihan.
  • Eksistensi hidup yang bermakna.
  • Mengelola stres.
  • Organisasikan pikiran Anda. Organisasikan hidup Anda.
  • Rawat dan lindungi otak secara terus-menerus.
  • Ya, Anda bisa! Pertahankan sikap yang positif. @

    Sumber kompas.com
    M.M Nilam Widyarini M.Si
    Kandidat Doktor Psikologi

Kamis, 29 April 2010

Kapan Sixpack ?


Memiliki bentuk tubuh ideal di bagian perut, apalagi sampai memiliki bentuk sixpack adalah dambaan bagi hampir semua pria. Oleh karena itu tidak jarang para pria memfokuskan cukup besar untuk masalah pembentukan yang satu ini. Tapi kenapa sixpack tak kunjung datang?

Banyak jenis-jenis latihan yang dapat membantu melatih otot perut Anda, namun mungkin Anda sering kebingungan, latihan mana yang paling efektif untuk melatih otot perut Anda. Penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari American Council on Exercise menyimpulkan bahwa gerakan bicycle crunch, hanging knee raises, dan abdominal crunch on an exercise ball adalah 3 bentuk gerakan yang paling efektif dalam melatih otot perut Anda.

Para ilmuwan ini menggunakan suatu alat yang dinamakan elektromiografi untuk megukur aktivitas elektrikal dan kekuatan kontraksi pada otot perut seseorang setelah ia berlatih. Secara teoritis, signal yang lebih besar mengindikasikan bahwa aktivitas elektrikal dan kontraksi ototnya semakin besar sehingga membuat latihan otot perut Anda menjadi lebih efektif dan berhasil. Dan hasilnya adalah bahwa ketiga latihan tersebut merupakan latihan yang paling efektif diantara latihan otot perut lainnya.

Berikut kami paparkan ketiga latihan terbaik tersebut untuk otot melatih perut Anda.

  1. Bicycle Crunch

    Dalam melakukan gerakan ini, Anda cukup berbaring di atas matras lalu angkat sedikit punggung Anda. Jadikan bokong Anda sebagai tumpuan. Kemudian baru gerakkan kedua kaki Anda seolah-olah Anda sedang mengayuh sepeda secara bergantian. Bagian bahu atas juga diangkat dengan masing-masing tangan berada di samping sisi telinga Anda. Lalu masing-masing tangan juga dilakukan gerakan berputar. Lakukan gerakan ini secara berlawanan. Apabila kaki kiri Anda yang terayuh, maka tangan kanan Anda yang akan melakukan gerakan berputar. Demikian juga sebaliknya.

    Yang pasti saat Anda mengangkat bahu, lakukan gerakan ini dengan perlahan. Jangan terlalu tinggi, dan juga saat Anda mengembalikan bahu Anda ke posisi semula, jangan sampai bahu Anda menyentuh lantai. Yang penting untuk diingat adalah bahwa Anda merasakan kontraksi di sekitar otot-otot perut Anda.

    bicycle-crunch

  2. Hanging Knee Raises

    Dalam melakukan latihan ini, Anda membutuhkan suatu besi penyangga contohnya besi saat Anda melakukan pull up. Dalam latihan ini, tentunya lengan Anda yang akan menjadi penopang berat tubuh Anda. Mulailah latihan Anda dengan kedua tangan berpegang pada penyangga tersebut. Lalu angkatlah lutut Anda hingga ke bagian dada dan ditahan untuk beberapa detik pada posisi ini, lalu kembalikan lagi posisi kaki Anda ke posisi semula. Namun jangan sampai kedua kaki Anda menyentuh lantai.

    Hindari berayunnya kedua kaki Anda saat kembali ke posisi semula karena dapat mengganggu latihan dan pada akhirnya otot perut Anda tidak terlatih secara tepat dan sempurna. Kontrol secara cermat saat posisi kaki Anda akan kembali ke posisi semula. Jangan terlalu lama Anda mengembalikan posisi kaki Anda, karena selain dapat memicu kerusakan pada otot Anda, tenaga Anda pun akan terkuras banyak.

    hanging-knee-raise-1 hanging-knee-raise-2

  3. Abdominal Crunch on an Exercise Ball

    Latihan ini sebenarnya merupakan latihan sit up seperti biasa yang mungkin Anda lakukan di atas matras, tetapi kali ini dilakukan di atas bola. Anda dapat mengawali latihan ini dengan duduk pada bola sambil menemukan posisi ternyaman Anda. Kemudian, mulailah untuk melakukan sit up dimana kedua kaki akan menjadi tumpuan supaya bola tidak bergerak secara tidak beraturan. Anda dapat meluncurkanlah tubuh Anda sampai terbaring di atas bola tersebut dengan punggung bagian bawah sebagai tumpuan dan kembali ke posisi semula.

    Yang penting dalam latihan ini, jangan sampai bola bergerak ke arah yang tidak beraturan. Kaki Anda harus tetap menopangnya. Yang pasti saat Anda melakukan gerakan ini, jangan sampai Anda menarik leher atau kepala Anda. Pastikan posisi leher dan punggung anda tetap dalam posisi lurus, dan biarkan otot perut Anda yang mengangkat tubuh Anda bukan leher dan kepala.

    Abdominal-crunch-on-an-exercise-ball-1 Abdominal-crunch-on-an-exercise-ball-2

Tiga latihan ini memang merupakan latihan yang paling efektif dalam melatih otot perut Anda. Tapi latihan ini akan sia-sia jika Anda tidak mengontrol asupan makanan yang Anda konsumsi. Tingginya konsumsi makanan berlemak dan juga kurangnya asupan protein tinggi, membuat usaha Anda dalam melatih otot perut menuju bentuk sixpack menjadi sia-sia.

Sumber : L-Men.

Kamis, 22 April 2010

Hubungan Potensi sek dengan raut wajah

Bagi wanita yang ingin mengetahui potensi seks pasangan prianya, cukup dilihat dari raut wajahnya. Kharakteristik spesifik seksual pria yang dicirikan dari bentuk raut wajahnya, yang tentunya ditujukan kepada para wanita untuk bisa ‘membaca’ kemampuan pria pasangannya di atas ranjang, berikut beberapa di antaranya:

Bila wanita ingin mendominasi hubungan seks dengan pria pasangannya, bisa memilih pria dengan ciri-ciri khusus berupa alisnya yang melengkung ke bawah. Sebaliknya, bila alis pria melengkung ke atas dengan tekukan vertikal, adalah pria yang berkarakteristik dominan dalam hubungan seks.

Pria dengan ciri rambut terurai.

Adalah tipe pemikir dan artistik dalam hubungan percintaan dan seks. Menurut Simon, menjalin hubungan dengan pria berciri kombinasi dari ciri-ciri tersebut merupakan hubungan yang sangat mendalam. Karena, pria dengan ciri ini bertipe serius. Begitu terpaut cinta, dia akan langsung menyerahkan segalanya bagi pasangan wanitanya.

Pria berdaun telinga lebar menunjukkan vitalitas seksualnya yang tinggi, alis mata yang lebar menunjukkan daya tahannya dalam berhubungan seks, serta rahang yang tampak kokoh memberi ciri sebagai menjanjikan stamina khusus bila harus ‘bertempur’ di atas tempat tidur. Sementara pria yang memangkas pelontos rambutnya menunjukkan kendati bisa bersifat keras, namun memiliki sisi lembut dalam kepribadiannya.

Pria dengan kedua alis mata yang lurus dan seolah bertemu di tengah.

Merupakan tipe pria yang selalu sulit menemukan keseimbangan dalam kehidupan seksualnya. Simon mengatakan bahwa pria-pria seperti ini bisa menjadi terlalu aktif atau sebaliknya, terlalu pasif. Karakter ekstrim dari pria dengan wajah seperti ini adalah mencari pasangan wanitanya dengan figur seorang ibu yang sepenuhnya merawat dan memberinya perhatian.

Pria dengan bentuk mata berukuran besar mengindikasikan pikirannya yang terbuka.

Namun pria dengan bentuk mata yang kecil dan rambut bergelombang kerap berkait dengan vitalitas seksualnya yang tinggi.

Pria yang suka mewarnai atau sangat memperhatikan rambutnya adalah tipe yang suka mencari perhatian. Sementara pria berbibir tipis, boleh tidak terlalu diharapkan oleh wanita dalam hal penampilannya di atas ranjang, meskipun ciri tersebut juga menunjukkan dirinya sebagai seorang pekerja keras.

Sumber : DechaCare

Gaya bersetubuh cepat Orgasme


SELALU sukses mendapatkan orgasme bersama pasangan, Anda tentu sangat senang saat kerja keras itu berbuah manis. Namun, tetap ada kesempatan kalau Anda ingin menambah kepuasan itu lebih cepat dan lebih dalam.

Ada dua posisi ngeseks yang bisa membuat Anda dan pasangan cepat menggapai puncak kenikmatan, berikut ini seperti dilansir Cosmopolitan.

Posisi menyerang

Kebanyakan wanita punya dua area erotis utama, yakni klitoris dan G-spot. Cara tercepat untuk menikmati kesenangan adalah merangsang zona tersebut dalam posisi bercinta yang strategis.

Gaya woman on top menjadi posisi termudah untuk Anda bisa mengontrol sudut, kedalaman, kecepatan dan bisa dengan mudah merasakan orgasme. Untuk meraih rangsangan klitoral, serang daerah sekitar pinggulnya.

Variasi gerakan akan mendongkrak gerakan panas semakin cepat. “Putar pinggul Anda dalam gerakan oval, ke atas-bawah. Gerakan tersebut akan menghadirkan kenikmatan di area klitoris, juga G-spot,” jelas sYvonne K Fulbright PhD, seksolog dan penulis “Sex With Your Ex”.

“Doggie-style adalah gaya bercinta lainnya untuk bisa cepat orgasme,” ujar Fulbright. Dalam gaya ini, area genitalnya tepat di G-spot Anda. Anda akan menerima penetrasi yang dalam.

Kalau ia pecinta ulung, gerakan tersebut juga akan menyerang A-spot, sebuah area di mana para peneliti mengatakannya berada di atas G-spot, menuju cervix, dan saat dirangsang, bisa memicu orgasme terus-menerus.

Untuk meningkatkan rangsangan lebih dan lebih lagi, tekanan PC (otot-otot yang digunakan untuk menghentikan aliran air seni) Anda selama intercourse, apapun posisi yang Anda pilih.

“Melenturkan otot-otot tersebut akan mendorong klitoris dan Miss V, menciptakan gesekan lebih intensif, yang membantu orgasme Anda lebih mudah dan lebih kuat,” kata Susan Crain Bakos, penulis “The Orgasm Bible”.

Gandakan kepuasan

“Kapan pun Anda bisa merangsang lebih dari satu spot pada saat bersamaan, Anda akan meningkatkan kesenangan secara menyeluruh, di mana hal tersebut juga bisa mendorong Anda menjangkau puncak kepuasan lebih awal,” ujar Fulbright.

Sebagai contoh, minta pasangan untuk memasukkan dua jarinya dan melakukan gerakan berputar, ke atas- bawah pada G-spot Anda. Anda akan merasa terangsang pada bagian dinding belakang Miss V, sekaligus menyenangkan diri sendiri.

Tapi, jangan hanya fokus pada daerah tersebut. Minta pula pasangan untuk merangsang payudara, paha bagian dalam, leher, dan sebagainya, untuk menambah sensasi orgasme.

Sumber : Dechecare

Rabu, 21 April 2010

Mitos Ukuran penis

Penis, dari dahulu sudah menjadi problema utama kaum pria. Penis kadang menjadi lambang keperkasaan, tetapi kadang juga menjadi sumber kurang percaya diri.

Hilang percaya diri karena penis? Tanya kenapa ?

Yah .. karena berbagai mitos yang berbedar di masyarakat. Nah, biar infonya nggak salah dan supaya anda lebih banyak tahu berbagai info seputar alat kelamin pria. Silahkan lanjut baca artikel ini.

Mitos 1 : Merasa Ukuran Penisnya Kecil

Sebagian besar pria tidak hanya ingin penisnya berfungsi dengan baik, tetapi juga berharap ukuran penisnya cukup besar dibanding teman-temannya. Penis yang lebih besar membuat pria lebih percaya diri, terutama ketika harus menjalankan salah satu fungsinya, berhubungan seksual.

yang disayangkan adalah, seringkali para pria tersebut membandingkan ukuran penisnya ketika berganti baju bersama teman-teman di gym atau membandingkannya dengan aktor film porno.

Tentu saja, cara melihat seperti itu membuat penis terlihat lebih kecil. Jika anda ingin melihat ukuran penis yang sesungguhnya, berdirilah di depan cermin dan kemungkinan penis akan terlihat lebih besar ketimbang pada saat melihat penis teman di ruang ganti.

Mengenai aktor-aktor film porno, jangan jadikan mereka sebagai acuan. Aktor film porno bisa dikatakan memiliki ukuran penis di luar rata-rata. Ukuran semacam itu hanya dimiliki oleh sedikit sekali pria.


Mitos 2 : Wanita menyukai penis yang panjang dan besar.

Beberapa wanita memang menyukai ukuran penis yang lebih panjang dan lebih besar tetapi tidak semuanya seperti itu, hanya sebagian saja. Sebagian wanita yang lain tidak ambil pusing tentang ukuran penis.

Para pria selama ini berpikir bahwa penis yang lebih panjang adalah penis yang lebih baik. Menurut Peniswebsite, logika di atas mungkin muncul karena pria menganggap penis yang panjang dan besar akan memberikan kepuasan lebih terhadap wanita.

Logikanya memang tidak salah. Tetapi ketika berhubungan seks, sesungguhnya wanita tidak hanya mencari kepuasan fisik semata. Para wanita juga mencari getaran emosional, perasaan dicintai, merasa diperlakukan spesial, dihargai, dan keintiman dengan partnernya.

Pernyataan ini bukanlah kecapan kata semata. Kesimpulan ini diambil dari diskusi komunitas wanita yang berlangsung di internet.


Mitos 3 : Penis yang besar adalah penis yang baik

Sebuah survey dilakukan terhadap komunitas wanita, Peniswebsite mengatakan wanita lebih menyukai penis yang tebal ketimbang penis yang panjang.

Menurut beberapa wanita dalam survey ini, penis yang panjang cenderung mengakibatkan rasa sakit ketika sedang berhubungan seksual.

Masih dari survey yang sama, penis yang tidak terlampau panjang namun tebal, lebih digemari karena mampu menyentuh g-spot wanita yang berada sekitar 1 inci dari mulut vagina.

Mitos 4 : Pria lebih perkasa jika punya penis besar


Sesungguhnya yang membangun anggapan itu adalah para pria itu sendiri.

Sama sekali tidak ada fakta yang dapat membuktikan bahwa sifat jantan dan kelaki-lakian seorang pria berhubungan dengan ukuran penisnya.

Sifat-sifat yang membuat pria lebih jantan dan dihargai wanita antara lain, kemampuan untuk menjadi ayah bagi seorang anak, kekuatan karakter untuk menjadi contoh yang baik bagi keluarga dan masyarakat, kepedulian terhadap sekitar, bisa membuat rencana hidup yang bermakna, dan kemampuan untuk menetapkan pendirian dan idealisme hidup.

Hal-hal, seperti itulah yang akan membuat pria lebih dihargai masyarakat dan disukai wanita ketimbang hanya memiliki penis besar dan tidak memiliki nilai-nilai tadi.

Mitos 5 : Penis besar membuat hubungan seksual lebih lama


Sepertinya itu salah besar. Lama atau tidaknya hubungan seksual tergantung oleh banyak hal dan ukuran penis tidak termasuk salah satunya.

Obat paling utama dari ejakulasi dini adalah kepercayaan diri, hubungan yang harmonis dengan pasangan, menghilangkan rasa takut dan bersalah ketika berhubungan seksual, dan komunikasi yang terbuka dengan pasangan.

Mitos 6 : Penis orang asia lebih kecil


Mitos yang terakhir ini tidak sepenuhnya salah karena pertumbuhan badan seseorang memang dipengaruhi oleh faktor genetik.

Rata-rata ukuran penis orang berkulit hitam, lebih besar sekitar 1,5 sampai 3 cm dibanding ras kulit putih (kaukasia). Sedangkan penis laki-laki Asia, lebih kecil sekitar 1,5 sampai 3 cm dari ras kulit putih.

Ukuran testis masing-masing ras ini tentu saja berbeda sebanding dengan ukuran penisnya. Tapi perbedaan ini bukanlah tanpa sebab. Karena ternyata perbandingan ukuran vagina wanita Asia juga lebih kecil ketimbang ras lainnya.

Berikut ukuran rata-rata penis pria ketika ereksi berdasarkan ras menurut peniswebsite:

1. Oriental : Panjang 10,5-14 cm
Diameter 3,2 cm
2. Kaukasia : Panjang 14-15,5 cm
Diameter 4.8 cm
3. Kulit Hitam: Panjang 15,9-20,3 cm
Diameter 5 cm

Nah, kesimpulannya ukuran penis pria lebih banyak dipusingkan oleh pria sendiri ketimbang wanita.

Hubungan suami-istri yang harmonis bukanlah ditentukan oleh ukuran penis. Indahnya hubungan seks ditentukan langsung oleh kreativitas dan komunikasi masing-masing pasangan.

Sumber : Majalah konseling

Serba-serbi sperma pada pria


Ternyata, banyak kebiasaan pria yang membuat kondisi spermanya tidak sehat. Apa sajakah itu? Nah, dari pada pusing, yuk, ketahui lebih dalam mengenai seluk beluk sperma yang benar.

Seperti banyak diketahui, hubungan seksual memiliki dua fungsi, yakni fungsi seksual dan fungsi kesuburan. Nah, kualitas sperma berhubungan erat dengan fungsi kesuburan.

Sperma dihasilkan oleh buah zakar (testis). "Ketika seorang pria mengalami ejakulasi, maka ia akan mengeluarkan satu ejakulat (satu porsi) cairan yang disebut semen. Dalam satu ejakulat, selain sperma, juga terdapat cairan (semen)," papar androlog Dr. Nugroho Setiawan, MS, Sp.And.

Sperma yang dihasilkan oleh testis akan terdorong keluar begitu ada rangsangan. Dalam perjalanannya, sperma diberi cairan (semen) yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan kantung mani (vesika seminalis). Jadi, dalam satu ejakulat, ada tiga kelenjar yang bekerja, yaitu kelenjar testis (tubuli seminiferi), kelenjar prostat, dan vesika seminalis. Ini yang menerangkan kenapa pada pria bisa dilakukan vasektomi, tetapi tetap bisa mengeluarkan cairan.

"Pada vasektomi yang terjadi adalah, saluran spermatozoa (duktus deferen) diikat sehingga sperma tidak bisa keluar, tapi semennya tetap keluar karena yang memproduksi kelenjar yang berbeda. Toh, banyak orang awam yang divasektomi merasa tidak mengeluarkan cairan. Padahal, cairan atau semen tetap keluar, tapi spermanya tidak," lanjut dokter dari Klinik Grasia ini menjelaskan.


JUMLAH, GERAK, BENTUK SPERMA

Kualitas sperma ditentukan oleh banyak faktor. Yang paling penting adalah volume (jumlah). "Normalnya, sekali keluar sebanyak 2 sampai 6 mililiter (ml). Jadi, dalam satu ejakulat, terkandung minimal 20 juta ekor spermatozoa per mililiter-nya. Kalau minimal 2 ml per ejakulat, berarti dibutuhkan minimal 40 juta ekor sperma agar terjadi pembuahan," kata Nugroho menjelaskan.

Selain jumlah, yang tak kalah penting adalah gerak sperma. Gerak sperma ada empat macam, yaitu gerak lurus cepat, gerak lurus lambat, gerak di tempat, dan tidak bergerak. "Yang ada gunanya untuk pembuahan adalah yang bergerak maju (gerak lurus cepat dan gerak lurus lambat). Jumlah sperma yang bergerak maju yang dibutuhkan untuk pembuahan minimal 50 persen dari keseluruhan sperma yang keluar," ujar Nugroho.

Sperma juga harus memiliki bentuk normal, minimal 30 persen. "Jika bentuk sperma tidak normal, ia tidak bisa masuk ke rahim wanita untuk melakukan pembuahan. Sperma yang bisa masuk ke dalam rahim wanita adalah yang bentuknya normal dan memiliki gerak bagus," lanjut Nugroho.

Sisanya, yang bentuknya tidak normal dan tidak punya gerak bagus, akan keluar lagi bersama semen. "Biasanya, usai senggama, keluar cairan dari vagina. Nah, yang keluar ini adalah sperma yang bentuknya tidak normal dan geraknya tidak bagus, serta semen. Semen memang ’dilarang’ masuk ke rahim wanita. Ia hanya menghantarkan, lalu keluar lagi setelah sperma masuk rahim," kata dokter yang juga praktik di RSI Bintaro ini.

SUHU LEBIH PANAS

Jika terjadi kelainan pada sperma, entah karena jumlah, bentuk, maupun geraknya, haruslah dicari sebabnya lebih dulu. "Kenapa, kok jelek, jumlahnya kurang, atau bentuknya tidak normal, harus dicari dulu," jelas Nugroho. "Setelah penyebabnya ketemu, kalau diobati, pasti hasilnya akan lebih bagus."

Jumlah sperma yang normal disebut normozoospermia, jumlah kurang oligozoospermia. Sementara sperma yang geraknya normal disebut normozoospermia, gerak kurang disebut asthenozoospermia, dan bentuk kurang disebut teratozoospermia. "Kalau jumlah, gerak, dan bentuknya kurang, pasiennya disebut oligoasthenoteratozoospermia," jelas Nugroho.

Gangguan kesuburan pria yang berhubungan dengan sperma dapat disebabkan oleh banyak faktor. Yang pertama adalah gangguan pada pabrik sperma, yakni buah pelir atau testis. "Testis akan memproduksi sperma-sperma yang baik bila temperaturnya lebih rendah daripada suhu tubuh, kira-kira 36,7 derajat Celcsius. Makanya, testis diberi kantung yang menggelantung. Kalau kedinginan, kantung akan tertarik ke atas, kalau kepanasan tertarik ke bawah."

Gangguan pada pabrik sperma juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya karena kebiasaan. "Misalnya pakai celana dobel, sehingga buah pelir jadi panas. Atau memakai celana yang sangat ketat, sehingga kantung buah pelir malah lekat ke tubuh, sehingga temperatur naik. Kalau temperatur pada testis lebih panas, maka kualitas sperma yang diproduksi pun akan menurun. Sama seperti kita bekerja dalam ruang kerja yang panas karena AC mati, pasti kualitas kerja akan menurun," terang Nugroho.

Selain kebiasaan, bisa juga karena pekerjaan. Misalnya tukang masak, supir bus umum yang mesin busnya terbuka di samping tempat duduk supir, dan sebagainya. "Suhu buah pelir jadi lebih panas, akibatnya kualitas spermanya turun."

Gangguan pada pabrik sperma bisa juga disebabkan penyakit yang menyertai maupun penyakit bawaan. Penyakit yang paling banyak menyertai orang dengan gangguan sperma adalah pelebaran pembuluh darah balik di sekitar testis (plexus spermatikus) yang disebut varicocel Atau kantung pelir terlalu tebal akibat peradangan kulit. "Sehingga suhu yang harusnya lebih dingin karena ada ventilasi, jadi lebih panas. Itu sebabnya kantung pelir bentuknya berlekuk-lekuk. Tujuan lekuk itu untuk membuang panas, seperti radiator mobil."

Selain gangguan pada pabriknya, kualitas sperma juga bisa menurun karena adanya gangguan pada hormon. Kalau hormonnya tidak sempurna, pasti akan terjadi gangguan. "Bisa juga karena ada gangguan pada saluran sperma. Kalau salurannya tersumbat atau terinfeksi, sperma, kan, nggak bisa keluar, sama seperti pria yang divasektomi. Atau tersumbat sebagian, sehingga keluarnya tidak banyak. Seperti jalan tol, kalau ada mobil atau truk yang mogok, pasti jalannya jadi terganggu juga," kata Nugroho.

Yang juga bisa menjadi penyebab adalah gangguan pada semen (cairannya). Misalnya, akibat peradangan pada kelenjar prostat. "Gangguan lainnya misalnya gangguan deposit sperma, seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini yang berat, serta gangguan psikologis yang nantinya bisa berpengaruh pada hormonalnya," kata Nugroho.

SALAH INTERPRETASI

Selain penyebab di atas, yang juga harus dijaga adalah gaya hidup. "Agar sperma berkualitas, gaya hidup harus bagus," kata Nugroho menyarankan. Gaya hidup yang sehat antara lain istirahat cukup dalam sehari, lebih kurang 7 jam. Juga, olahraga secara teratur, seminggu 3 kali dengan spasi satu hari.

Yang tak kalah penting adalah makan berimbang. "Tidak makan berlebihan. Ada mitos yang mengatakan, kalau pingin subur, banyak-banyak makan kepiting atau kerang. Ini salah, karena kalau kebanyakan, justru tidak subur karena terjadi gangguan kesehatan. Misalnya kolesterol berlebihan atau gula darah jadi bermasalah." Gaya hidup lain yang harus dihindari misalnya merokok atau konsumsi alkohol. "Kalau gaya hidupnya terjaga baik, umumnya nggak ada masalah, kecuali kalau ada penyakit yang menyertainya."

Selain gaya hidup sehat, yang juga harus dipahami dan diperhatikan adalah pentingnya menjaga suhu testis. "Suhu dalam testis harus dijaga supaya tidak lebih panas/dingin dari yang seharusnya," kata Nugroho. "Pria sebaiknya juga tidak menginterpretasikan kualitas spermanya sendiri." Misalnya menganggap spermanya encer atau kental. "Sperma encer sebetulnya tidak ada. Yang ada adalah kelainan yang berhubungan dengan jumlah, gerak, dan bentuk seperti disebut di atas," lanjut Nugroho.

Pria menginterpretasikan spermanya sendiri, lanjut Nugroho, biasanya karena merasa bersalah. Misalnya, sering melakukan masturbasI atau onani. "Mitos bahwa masturbasi bikin sperma turun, bikin loyo, bikin lutut keropos, memang masih sangat kuat. Padahal, itu salah. Masturbasi sama sekali tidak mengganggu kesuburan maupun kesehatan. Sperma juga tidak akan habis hanya karena masturbasi. Sperma itu, kan, dibikin terus-menerus," kata Nugroho.

Untuk melihat kualitas sperma, yang paling tepat adalah melakukan tes di laboratorium klinik kesuburan. "Tidak boleh di laboratorium sembarangan, karena hasilnya akan sangat berbeda,"
kata Nugroho.

MITOS TAOGE

Ada beberapa mitos seks yang berkembang di Masyarakat, salah satunya mitos taoge. Dikatakan, jika menginginkan produksi sperma yang banyak dan bagus, banyak-banyaklah makan taoge."Taoge atau kecambah memang mengandung vitamin E. Dan menurut teori, kesuburan manusia maupun hewan akan menurun kalau kekurangan vitamin E," kata Nugroho.

Cuma, lanjutnya, "Kita, kan, tidak tahu apakah diri kita kekurangan vitamin E atau tidak. Yang jelas, taoge satu tampah besar, seandainya diekstrasi, mungkin cuma jadi satu kapsul vitamin E 400 IU. Jadi, bisa saja di-trial dengan makan taoge atau vitamin E. Tapi, karena tidak mengerti, orang bisa menyiksa diri dengan setiap hari mengonsumsi bertampah-tampah taoge. Kan, enggak ada gunanya."

Ini hampir mirip dengan mitos tentang daging kambing yang disebut-sebut bisa meningkatkan kejantanan pria. "Sebetulnya, daging kambing, daging ayam, atau daging sapi hampir sama kandungannya. Yang berbeda adalah bumbu rempah-rempah yang dipakai untuk memasak." Misalnya sate kambing. "Bumbunya pasti kaya rempah-rempah. Ada merica, ada cabe, yang memang memiliki zat yang bisa meningkatkan gairah."

Sumber : Majalah Konseling