Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2009

Curahan hati Sahabat

Curahan Hati Untuk Sahabat


Sahabat engkau membuat diriku hilang dibelantara dunia ketika engkau pergi.
Engkau membuat diriku hanyut dalam lautan kehidupan yang tak tentu arah.
Membuat diriku merana ketika engkau hilang dari pandang mataku.
Adakah engkau tahu .........


Mungkinkah engkau membaca curahan hati ini, mungkin mustahil engkau membaca karena engkau telah lupa atau engkau tidak peduli tentang persahabatan kita dulu. Sahabatku, diriku memang telah bersalah padamu tapi itu dulu dan engkau telah memaafkan diriku. Adakah engkau ingat padaku......atau engkau pura-pura lupa.

Sahabatku , engkau mungkin bertanya kenapa....dan kenapa....tapi kita berdua punya jawabannya, kita berdua tahu dan mengetahui apa yang terjadi. Sahabatku jangan mudah hilang dari diriku karena kita berdua adalah satu dan tidak pernah terpisah. Tahukah engaku dulu kita bersama menjalani kehidupan dan kita sama-sama bersama walapun kita sibuk dan kita tetap bersama walaupun kita dalam suka dan duka. Diriku bahagia jika engkau bahagia dan diriku sedih jika engkau sedih tapi sekarang semua sirna entah kemana...

Hatiku hancur dan kecewa engkau tidak lagi mau peduli dengan persahabatan kita padahal diriku tahu engkau masih peduli padaku... yakinlah pasti kita akan kemabali menjalin persahaban kembali walaupun kita saat ini mungkin sama-sama sibuk dan banyak urusan. Sahabatku cepatlah sadar akan persahahabatan kita ini.....

Apakah engkau tahu diriku menginginkan persahabatan kita terjalin kembali seperti dahulu, ya kita selalu bersama dan saling menghormati dan saling menjaga diri kita. ah rasanya diriku ingin kembali kita berteman dan mengulangi kisah-kisah kita berdahulu, tapi apakah mungkin engkau mau bertemu denganku kembali aku tak tahu hanya engkau yang bisa menjawabnya sahabatku.............

Sahabatku aku pernah ingat saat kita bertemu pertama kali waktu itu bulan Ramadhan, kita sama-sama ikut membangunkan orang untuk sahur, kita saling bercanda ria dan waktu tak terasa kita hampir ketinggalan sahur, ah terasa indah

Tapi kini ku harap kita dapat berteman kembali seperti dulu ...............


Minggu, 14 Juni 2009

Sahabat Sejati

Sahabat Sejati

Siapa di dunia ini yang tidak mempunyai sahabat, yang jelas pasti punya. Bagaimana rasanya jika tidak mempunyai sahabat. Memang tiap orang berbeda-beda ada yang memiliki sahabat yang banyak sekali dan ada yang memiliki sahabat yang sedikit. Orang yang supel bergaul pasti akan memiliki banyak teman. Dapat kita bayangkan bagaimana rasanya hidup ini tanpa sahabat pasti akan terasa sunyi dan tidak berwarna. Memang dalam ini kita memiliki kakak atau adik, suami atu isteri ataupun orang tua yang selalu ada disamping kita. Orang terdekat kita seperti orang tua, kakak atau adik ataupun suami atau isteri maupun anak kita, meraka adalah orang yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari yang memberi warna dalam perjalanan hidup kita.

Dalam tulisan ini yang akan diangkat adalah orang kedua dalam kehidupan kita yaitu sahabat, baik sahabat kita sejak kecil, sahabat dilingkungan sekolah, kantor dan lain-lain. Orang banyak beranggapan sahabat hanya sebuah pergaulan antara diri kita dengan orang lain yang dekat dengan kita saja, tetapi makna sahabat akan lebih berarti bila kita menyebut Sahabat Sejati dalam kehidupan kita.

Memiliki sahabat sejati sangat menyenangkan, karena dapat membuat kita bahagia walaupun kita lagi kesusahan dan kita dapat berbagi pengalaman dalam menjalani hidup, membuat kita ceria dan kita dapat bersama-sama baik lagi sekolah, kuliah atau kita lagi bersantai. Sahabat sejati dapat berbagi dengan kita dan selalu siap membantu kita, tapi ingat kita tidak boleh memanfaatkan keadaan yang ada untuk keuntungan atau kepentingan diri kita sendiri atau kita mau menang sendiri

Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu ada saat kita butuhkan dan mengerti akan diri kita dan yang paling utama sahabat sejati adalah sahabat yang mengerti kita baik dalam suka maupun duka. Suka dalam arti ia akan senang bersama kita dalam menjalani persahabatan dan senangn melihat kita senang, Duka dalam arti sahabat sejati itu selalu ada dan mendampingi kita jika kita menghadapi kesusahan atau kesulitan dan ia tidak pergi meninggalkan kita. Jadi dalam mencari sahabat kita harus pandai melihat dan memilih dalam arti kita tidak membedakan ia orang kaya atau tidak. Sahabat sulit dicari dan banyak yang hanya mau enak sendiri, ketika kita senang ia dekat sama kita tapi ketika kita susah ia meninggalkan kita. Sahabat sejati memang sulit menemukannya.

Sahabat sejati sangat mengerti keadaan kita dan ia siap menangis bersama kita jika kita kesusahan bagitu juga sebaliknya. Sababat sejati tidak pernah mau mengambil keuntungan dari pertemanan dengan kita. Sahabat sejati tidak pernah mau menyusahkan temannya serta sahabat sejati adalah jiwa kedua kita.
Ciri-ciri Sahabat sejati :
  1. Selalu ada jika kita butuhkan.
  2. Mengerti keadaan kita
  3. Selalu setia mendampingi dalam suka maupun duka.
  4. Tidak menang sendiri.
  5. Selalu melindungi atau membela kita (dalam hal yang benar).
  6. Selalu berbagi bersama.
  7. Mau mendengar dan memberikan masukan jika kita mendapat masalah atau kesulitan.
  8. sayang dan menyayangi.
Sahabat sejati tidak selalu harus ada didekat kita dalam artian ia akan ada jika membutuhkannya. Sahabat sejati akan enak diajak berdiskusi atau memecahakan suatu masalah dan ia tidak akan menceritakannya kepada orang lain. Kita juga tidak boleh mengabaikan sahabat kita yang lain karena kita sudah punya sahabat sejati. Sahabat sejati biasa setap orang hanya memiliki satu saja, tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu orang. Sahabat biasa berjenis kelamin yang sama dengan kita, tetapi ada juga yang berlainan jenis. Biasa sahabat sejati yang baik laki-laki atau perempuan memilik porsi yang berbeda-beda dalam membantu kita atau mendampingi kita dalam kehidupan ini. Sahabat sejati tidak akan mati waluapun nanti kita sudah berumah tangga, karena kita akan merasa sahabat sejati itu merupakan belahan jiwa kitadan tak mungkin terhapus begitu saja.

Sahabat sejati bukan berarti ia tidur, makan, bermain bersama kita terus (dimana ada kita disitu ada dia) , anggapan ini tidaklah logis dan masyarakat akan menilai jelek dengan pertemanan seperti ini. Tidak dapat dipungkiri peran Sahabat sejati dapat membantu kita tetapi kita tidak boleh terlena dan hanya mengandalakan sahabat kita.

Mungkin banyak yang bertanya sahabat sejati itu usianya apakah harus sama dengan kita, lebih tua atau lebih muda dari kita. Usia untuk sahabat sejati tidakmenjadi faktor untuk terjalin persababatan kita, banyak yang usianya lebih tua tetapi sahabat sejatinya lebih muda atau sebaliknya. Sahabat sejati tidak diukur oleh usia tetapi dari pengertian dan kepribadiannya terhadap kita dan lingkungannya. Ya kita juga harus melihat memilih juga sahabat sejati tersebut dan tidak mungkinkan kita mempunyai sahabat sejati yang masih berusia 10 tahun tetapi kita telah berusia 30 tahun kan lucu.

Sahabat sejati didapat disengaja atau tidak disengaja, disengaja memang kita mencarinya sesuai dengan keinginan kita. Tidak disengaja sahabat sejati itu datang sendiri menjadi teman kita. Sahabat sejati memang datang dari hati. Kita tidak dapat menolaak jika kita bertemu dengannya. Sahabat sejati berbaik hati menjadi teman kita di hati. Carilah sahabat sejati untuk mententramkan hati.....................

Senin, 25 Mei 2009

Jadilah diri Kita Sendiri

Kita kadang sering bertanya atau bergumam dalam hati kita kenapa ya saya begini, menjadi begini dan banyak pertanyaan lain yang berkecamuk dalam diri kita menyangkut kehidupan yang kita hadapi di dunia ini. Mungkin seseorang berangan-angan kenapa ya saya hanya jadi pedagang kecil kenapa tidak seperti si anu yang menjadi pengusaha besar atau kenapa saya menjadi pegawai kecil tidak menjadi pejabat yang enak nasibnya. Kalau kita bercermin dari hal yang tersebut diatas, menjadi diri sendiri tidaklah mudah dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita tinggal atau berada. Jadilah diri sendiri dengan tidak menyesali apa yang telah ada pada diri kita, ya setidaknya kita harus bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT terhadap rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Menjadi diri sendiri memang bukan hal yang gampang kita ucapakan tapi kalau kita renungkan akan apa yang telah kita capai maka kita tidak perlu menjadi orang lain, misal kita pegawai kecil kita harus bersyukur karena kita masih bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan dan tidak usah berpikir menjadi diri orang lain. Menjadi diri sendiri disini bukan berhubungan dengan cita-cita atau keinginan. Kita memang harus mempunyai cita-cita atau keinginan untuk mencapai kesuksesan, misal mau menjadi dokter, pegawai negeri atau pengusaha. Cita-cita harus kita gapai karena merupakan masa depan kita.

Menjadi diri sendiri adalah setiap perbuatan kita adalah mencerminkan diri kita tanpa dipengaruhi oleh orang lain atau meniru orang lain. Kalau kita menjadi diri sendiri kita tidak akan kehilangan figur, karena memang datangnya dari diri kita sendiri. Kalau kita menjadi diri orang lain maka kita akan merasa tidak nyaman karena kita harus menyesuaikan sesuatu yang berkaitan dengan diri orang lain. Misal sifat kita adalah pendiam tetapi kita mau menjadi diri orang yang yang periang dan banyak bicara seperti si anu maka kita akan mengalami perubahan sifat yang bertentangan dengan sifat asli kita dan kita harus mencari mengetahui semua yang ada pada diri yang kita contoh.

Jadilah dirimu sendiri, karena diri sendiri adalah sifat dasar yang kita bawa dari lahir dan menjadi ciri khas yang tidak akan hilang dan dikenal oleh lingkungan kita, misalnya orang mengenal kita sebagai pendiam itu akan menjadi ciri kita dan orang akan bingung dengan perubahan yang kita buat-buat untuk menjadi diri orang lain. Tidak usah bermimpi kita mau menjadi diri orang lain bersyukur merupakan jalan keluar yang baik untuk memantapkan pendirian kita menjadi diri sendiri.

Dari pernyataan diatas dapat kita simpulkan beberapa hal yang menjadi kita semakin mantap untuk menjadi diri sendiri :
  1. Hendaklah kita bersyukur atas apa yang telah diberikan sang pencipta kepada kita
  2. Tidak pernah menyesali kita menjadi begini atau nasib kita.
  3. Memacu semangat untuk mencapai cita-cita kita.
  4. Jangan pernah bermimpi kita seakan sama seperti orang lain dalam hal menyangkut kepribadian.
  5. Tetap focus dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari.
Dengan beberapa hal tersebut diatas kita dapat melangkah dengan pasti untuk menjadi diri sendiri dan tidak merasa kecil atau pusing memikirkan orang lain yang berbeda dengan kita, setiap langkah kita adalah masa depan kita maka jadilah dirimu sendiri.

Menjadi diri sendiri memang menyenangkan ...........dan awali hidupmu untuk menjadi diri sendiri bukan orang lain.